Grand i10X memang yaitu Grand i10 GL, bukan GLS yang yaitu varian termahal. Dengan membubuhkan sejumlah tambahan berbentuk lower protector hitam di bumper depan, lengkap bersama aksen skid plate. Foglamp-nya saat ini tak jomblo lagi, sebab udah didampingi oleh LED DRL, tapi untuk headlamp-nya tak beralih serupa sekali.
Grand i10X memang yaitu Grand i10 GL, bukan GLS yang yaitu varian termahal. Dengan membubuhkan sejumlah tambahan berbentuk lower protector hitam di bumper depan, lengkap bersama aksen skid plate. Foglamp-nya saat ini tak jomblo lagi, sebab udah didampingi oleh LED DRL, tapi untuk headlamp-nya tak beralih serupa sekali.
Sentuhan lain di bagian samping Grand i10X yaitu stiker hitam –sekali lagi, itu stiker – yang dipasang di pilar C yang desainnya selaras bersama garis desain jendela kendaraan beroda empat. Dengan sentuhan ini, muncullah kesan ala floating roof yang sedan jadi tren akhir-akhir ini ini, sekaligus dapat membuatnya terlihat lebih moderen dan dapat mengikuti tren.
Yang kita hargai, Hyundai tak hanya menempelkan body kit style crossover saja, lantas selesai. Lebih berasal dari itu, mereka berpikir “kayaknya dapat sempurna ubahannya sekiranya ground clearance-nya naik sedikit, apalagi untuk melumat jalan rusak.” Untuk itulah saat ini Grand i10X saat ini mengaplikasikan karet bundar buatan Kumho yang lebih tidak tipis ketimbang Grand i10X standar. Dengan ukuran 175/70 R14, ground clearance-nya naik hingga 0,5 inci jadi 167 mm, menjadikannya sebagai yang paling jangkung di kelasnya. Tidak hanya itu, pelek 14 incinya saat ini mengaplikasikan warna two tone Diamond Cut Polished Dark Grey, suatu detil yang jarang kita temui di kelas city car.
Beranjak ke belakang, bagian bawah bumpernya termasuk ditambah bersama lower protector hitam dan skid plate silver, ada muffler tip chrome dan juga roof spoiler bersama high-mounted berhenti lamp. Anda mungkin memperhatikan ada roof rack yang menempel di atapnya terhadap foto sebelumnya, tapi itu bukanlah perihal standar terhadap Grand i10X, tapi opsi tambahan yang dapat ditambah sendiri bersama ekstra budget.
Overall, secara eksterior Hyundai cukup dapat membikin Grand i10X yang tadinya tampil polos jadi sedikit mempunyai taji sebagai sebuah crossover wannabe. Beroda ini termasuk dapat menarik di jalan sebab tak ada lagi city car yang standarnya udah mempunyai penampilan layaknya ini (sekali lagi, abaikan Geely LC Cross).
Pada interior Grand i10X, Hyundai masih mengaplikasikan desain dashboard dan pelapis yang serupa layaknya varian basisnya, yaitu Grand i10 GL. Duduknya masih mengaplikasikan bahan fabric, dan berlainan bersama varian GLS yang lebih mahal, bangku depan mengaplikasikan teladan headrest yang menyatu layaknya terhadap Suzuki Celerio atau Honda Brio. Bila alasannya meminta mengangkat kesan sporty, pemanfaatan jok ini terlampau tepat meskipun sedikit tidak cukup dibanding tipe GLS sebab headrest-nya tak dapat dibatasi.
Lingkar kemudinya saat ini berlapis kulit, yaitu poin and sebab dapat tingkatkan grip dan nyaman untuk digenggam, tapi tak ada audio steering switch control. Untungnya, Hyundai masih melengkapi Grand i10X bersama pengaturan tilt steering, jadi setidaknya posisi mengemudi yang lebih nyaman dapat ditempuh. Sejumlah fitur yang fungsional termasuk ditawarkan oleh Hyundai, Grand i10X otomatis dapat mengunci pintu kala kecepatan menempuh 20 km/jam, metode serupa yang termasuk dapat kita jumpai terhadap Nissan Grand Livina.
Sementara head unit-nya mengaplikasikan spek Double DIN CD, MP3, USB dan Konektivitas Aux, bukan head unit berlayar sentuh layaknya terhadap varian GLS. Speakernya berjumlah 4 buah, bersama satu set 6” 3-way system. Dashboard Grand i10X masih mengaplikasikan bahan plastik keras bersama kombinasi warna two tone. Kwalitas buatannya tergolong masih pantas, mengingat kendaraan beroda empat ini diciptakan di India. Pengendalian AC-nya masih mengaplikasikan pengecekan secara manual, mungkin di segmen ini sepertinya hanya Nissan March dan Mitsubishi Mirage yang mempunyai metode AC otomatis bersama layar digital, tapi setidaknya pengaturan ventilasi masih disertakan.
Joknya mengaplikasikan bahan kombinasi fabric dan vinyl bersama aksen two tone color. Sedangkan nyaman dan empuk untuk diduduki, tapi jok ini tak mempunyai pengatur ketinggian. Yah, paling tak bahan ini mudah dibersihkan. Perlu diketahui, Grand i10X tak mempunyai pengaturan spion elektrik, kita semestinya menggerakkan tongkat ajaib di sudut pilar A untuk mengatur spion. Kabin belakang Grand i10X tak terlampau spektakuler. Tidak ada adjustable headrest, seatbelt tengahnya masih 2 spot dan semestinya ditarik ulur secara manual, dan sandaran joknya tak terpisah 60:40 atau 50:50, tapi menyatu. Headroom dan legroom-nya memang bukan yang paling lega di kelasnya, tapi tak sempit termasuk kok. Kapasitas bagasinya termasuk lumayan, tapi pelipatan jok belakangnya tak dapat menjadikan ruang yang rata lantai. Di balik penutup lantai bagasinya, kita disiapkan bersama ban serep space saver yang berukuran kecil bersama pelek kaleng.