Pasar sedan kala ini bukan pasar yang bisa dipercaya untuk menyokong penjualan secara keseluruhan, tidak cuman andaikata dipasarkan sebagai taksi. Alasannya, tidak cuman harga sedan kini lebih mahal, pajak sedan apalagi lebih mahal daripada hatchback, karena andaikata mobil hatchback bakal dihitung sebagai kelompok minibus agar harganya jadi lebih murah. Namun sepertinya Suzuki miliki pandangan lain, ternyata dengan kehadiran Ciaz di Gaikindo IIAS 2015.
Sebagai berita, sedan ini udah lebih dahulu timbul di India, Thailand dan China. Khusus di China, dia diberi nama Suzuki Alivio dengan mesin 1.600 cc 4 silinder. Di Indonesia, mestinya Ciaz ini berkompetisi dengan Toyota Vios dan Honda City, tapi apa dia memadai kompetitif? Mari kami liat First Impression Review Suzuki Ciaz dari AutonetMagz sekejap dari GIIAS 2015!
Kami memperhatikan eksterior GIIAS sesungguhnya memadai menarik, tak terkesan dipaksakan dan serius proporsional. Komponen depannya mempunyai sorot mata yang tajam, dan agar sepantaran dengan Toyota Vios, headlamp-nya udah diimbuhi projector lens dengan bohlam halogen. Ya, halogen saja, tak tersedia HID atau LED, tapi tak jadi soal karena 2 rival utamanya apalagi tak miliki hal tersebut.
Sedangkan padat memuat GIIAS, tak ada masalah untuk mengenali wujud headlamp-nya karena terlihat seperti headlamp Ertiga atau Swift yang digepengkan. Foglamp apalagi udah jadi standar, dan grilnya dihiasi 4 lis chrome tidak tebal yang berbaris rapi. Desain bumper depan, tepatnya di kira-kira foglamp mempunyai tarikan garis desain yang sama dengan Ertiga facelift atau Swift Sport.
Dari anggota samping GIIAS, terlihat andaikata Suzuki udah bisa merancang sebuah sedan yang siluetnya terlampau seperti sedan sejati, bukan hatchback dengan modal tambahan bagasi yang dipaksakan. Figur peleknya multispoke yang dirancang untuk menutup rongga di ruang kaki-kakinya, kesannya elegan, berlainan dengan Vios dan City yang mengandalkan pelek palang 8 dan 5 yang mengarah ke gaya sporty.
Sedangkan desainnya berlainan GIIAS, tapi ukuran peleknya sama dengan saingan, yaitu 16 inci dengan ban berukuran 195/55 R16. Sayangnya, tetapi udah miliki ABS+EBD, rem belakang sedan anyar ini masih mengandalkan rem teromol, memadai tidak cukup dibanding Toyota Vios yang keempat remnya udah cakram, apalagi dibandingkan Suzuki Swift yang rem belakangnya udah cakram juga.
Coba lihat anggota bagasi GIIAS, apa serius sama dengan tidak benar satu small sedan pesaingnya? Yak, anggota belakang Ciaz ini serius serius sama dengan Honda City, tetapi mobil rencana Ciaz didesain lebih dahulu sebelum City, tapi karena Ciaz muncul lebih telat daripada City, publik sering kali menilai Suzuki mencontoh Honda, tetapi belum tentu.
Tak seperti Toyota Vios macam G, Ciaz tak miliki foglamp belakang pada bumper belakang GIIAS. Kekurangan yang memadai minor, karena hal ini tak jadi kondisi susah andaikata area kamu tinggal tak pernah dilanda kabut tidak tipis atau hujan yang derasnya keterlaluan. Keyless entry udah jadi sarana standar, tapi spionnya tak bisa dilipat secara elektris.